Daftar Harga CCTV Rumah Lengkap 2026: Semua Budget dan Biaya Pasang

Bandingkan harga kamera Wi-Fi, CCTV outdoor, serta paket 2–8 kamera lengkap dengan storage dan instalasi berdasarkan kebutuhan rumah.

R

Rangga Prasetya

Editor Teknologi Sisitivi17 menit baca

Terbit 28 Agustus 2026 • Diperbarui 28 Agustus 2026

Daftar Harga CCTV Rumah Lengkap 2026: Semua Budget dan Biaya Pasang
Surveillance camera, security, CCTV, blue sky (Foto oleh Michał Jakubowski di Unsplash — https://unsplash.com/@jaqbovsky?utm_source=Sisitivi&utm_medium=referral)

Jawaban Singkat

Harga CCTV rumah 2026 berkisar dari sekitar Rp65.000 untuk kamera indoor generik hingga Rp15 juta lebih untuk sistem 6–8 kamera terpasang. Pilihan terbaik ditentukan oleh titik pantau, koneksi, storage, instalasi, dan garansi, bukan harga termurah saja.

Yang Perlu Anda Ketahui

  • Kamera indoor Wi-Fi mulai dari puluhan ribu rupiah, tetapi harga unit biasanya belum termasuk microSD dan pemasangan.
  • Kamera 3–4MP atau outdoor Wi-Fi menawarkan detail dan ketahanan lebih baik pada budget menengah.
  • Paket 2 kamera terpasang berada sekitar Rp2,5–4,5 juta, sedangkan 4 kamera analog dan IP/PoE bisa mencapai Rp4–11 juta.
  • Storage, kabel, konektor, UPS, garansi, dan jasa teknisi sering menjadi biaya tambahan yang terlupakan.

Mencari harga cctv rumah pada 2026 tidak cukup dengan melihat angka termurah di marketplace. Harga satu kamera bisa mulai dari puluhan ribu rupiah, sementara paket empat kamera dengan recorder dan instalasi dapat menembus dua digit juta. Perbedaannya bukan cuma merek, tetapi juga sensor, koneksi, storage, garansi, panjang kabel, dan tingkat kesulitan pemasangan.

Panduan ini merangkum pilihan dari budget hemat sampai sistem rumah yang lebih serius. Harga adalah snapshot yang Writer Wira pantau pada 22–28 Agustus 2026 dari listing marketplace, halaman distributor, dan referensi vendor; promo, stok, kota pengiriman, kapasitas microSD, serta garansi resmi dapat membuat angka berubah.

Ringkasan cepat harga CCTV rumah 2026

Tabel berikut memisahkan kamera satuan dari paket terpasang supaya kamu tidak membandingkan angka yang sebenarnya punya isi berbeda. Harga unit biasanya belum termasuk microSD, kabel, bracket tambahan, dan jasa pemasangan.

Kelas kebutuhanContoh pilihanKisaran harga terpantauUmumnya belum termasukCocok untuk
Super hematV380 Pro atau kamera OEM indoorRp65.000–Rp250.000/unitmicroSD, garansi resmi, instalasiKamar atau kamera cadangan
Entry-levelXiaomi C200/C300, EZVIZ C6NRp389.000–Rp610.000/unitmicroSD dan pemasanganRuang tamu, kos, apartemen
MenengahXiaomi C400, Tapo C320WS, EZVIZ C8CRp599.000–Rp1.276.500/unitmicroSD, bracket, instalasiRumah dengan titik outdoor atau kebutuhan gambar lebih tajam
Premium compactXiaomi C500/C500 Dual, kamera Wi-Fi premiumRp699.000–Rp1.200.000/unitmicroSD, cloud, instalasiPengguna yang mengejar detail atau dua perspektif
Paket 2 kameraAnalog atau IP sederhanaRp2,5 juta–Rp4,5 juta terpasangpekerjaan sipil khususRumah kecil dan akses utama
Paket 4 kameraAnalog 2MP/5MPRp4 juta–Rp7 juta terpasangkabel ekstra dan upgrade storageRumah 1–2 lantai, toko kecil
Paket 4 kamera IP/PoEIP camera + NVR/PoERp6 juta–Rp11 juta terpasangjaringan kompleks dan cloudRumah besar atau kebutuhan stabil
Paket 6–8 kameraAnalog/IP dengan jalur panjangRp8 juta–Rp15 juta+ terpasangtiang, ducting, pekerjaan khususRumah besar, gudang, atau properti multiakses

Kisaran paket di atas sejalan dengan perbandingan vendor yang memisahkan sistem analog dan IP, seperti GSI CCTV dan Bagus CCTV. Keduanya tetap perlu dibaca sebagai estimasi pasar, bukan daftar harga resmi nasional.

Cara membaca daftar harga CCTV rumah ini

Ada tiga hal yang sering membuat orang salah membandingkan. Pertama, harga kamera satuan hampir selalu tidak sama dengan harga paket terpasang. Kamera Rp500.000 dapat terlihat murah, tetapi totalnya naik setelah ditambah kartu memori, kabel, adaptor, bracket, dan teknisi.

Kedua, satu nama model bisa muncul dalam beberapa varian. Penjual dapat memasukkan kapasitas microSD 32GB, 64GB, atau 128GB ke dalam pilihan yang sama. Versi garansi resmi juga bisa lebih mahal daripada barang impor atau garansi toko.

Ketiga, harga tidak otomatis menunjukkan kualitas rekaman. Kamera 4MP dengan sensor, aplikasi, dan night vision yang baik bisa lebih berguna daripada kamera no-brand dengan klaim 8MP tetapi video malamnya penuh noise. Untuk dasar pemilihan teknologi, baca Jenis-Jenis CCTV: Panduan Lengkap Memilih Sesuai Kebutuhan.

1. V380 Pro — pilihan paling murah, tetapi spesifikasinya harus diverifikasi

Kamera V380 Pro sering muncul di pencarian harga cctv rumah karena harganya sangat rendah. Pantauan listing pada 27 Agustus 2026 menunjukkan varian indoor 2MP atau 1080p sekitar Rp65.000–Rp250.000. Varian 3MP/1440p, dual lens, outdoor, 4G, atau solar bisa naik dari sekitar Rp148.000 hingga lebih dari Rp1.000.000, tergantung hardware dan bundling.

Masalahnya, V380 Pro lebih tepat disebut aplikasi atau platform layanan, bukan satu kamera dengan spesifikasi seragam. Hardware dari banyak produsen dapat memakai aplikasi yang sama. Sensor, lensa, kapasitas microSD, audio dua arah, rating IP, dan kualitas adaptor bisa berbeda antarlisting.

Kelebihan:

  • biaya masuk paling rendah;
  • biasanya tersedia live view, playback, motion alarm, dan audio;
  • cocok sebagai kamera tambahan untuk ruangan kecil;
  • banyak pilihan bentuk, termasuk PTZ dan dual lens.

Kekurangan:

  • klaim resolusi dan “360 derajat” tidak selalu konsisten;
  • garansi, firmware, dan kualitas komponen tergantung penjual;
  • kamera murah sering tidak ideal untuk rekaman bukti 24/7;
  • sebagian model indoor tidak boleh terkena hujan.

Cocok untuk: kamar, ruang tamu, kos, atau pemantauan sementara. Jangan jadikan V380 Pro satu-satunya kamera di kasir, gerbang, atau area yang sangat kritis tanpa pengujian menyeluruh.

Baca Review CCTV V380 Pro untuk melihat perbedaan aplikasi dan hardware, cara membaca listing, kebutuhan microSD, serta catatan keamanan aplikasi.

2. Xiaomi C200 dan C300 — entry-level yang lebih terstruktur

Kalau kamu ingin menghindari hardware yang terlalu generik, Xiaomi C200 dan C300 berada di kelas entry-level yang lebih mudah dibandingkan. Harga yang terpantau per 22 Agustus 2026 berada di sekitar Rp389.000 untuk C200 dan Rp399.000–Rp460.900 untuk C300, belum tentu termasuk microSD.

Xiaomi C200 menggunakan resolusi 1080p atau 2MP, rotasi horizontal 360 derajat, night vision inframerah, deteksi manusia, dan audio dua arah. C300 naik ke 3MP atau 1296p, memakai lensa dengan apertur F1.4, serta menawarkan gambar lebih informatif pada kondisi cahaya rendah. Keduanya ditujukan untuk indoor dan masih bergantung pada Wi-Fi 2,4 GHz.

C200 cocok jika:

  • kamu hanya perlu memantau satu kamar atau ruang tamu;
  • jarak objek dekat;
  • budget menjadi pertimbangan utama;
  • kamu ingin aplikasi yang lebih konsisten daripada kamera OEM.

C300 lebih masuk akal jika:

  • kamu ingin detail 3MP dengan selisih harga yang masih terukur;
  • ruangan tidak selalu terang;
  • kamu membutuhkan playback dan penyimpanan lokal;
  • kamera akan dipakai harian, bukan hanya sesekali.

Keduanya tetap bukan kamera outdoor. Jangan memasang C200 atau C300 di pagar terbuka, carport tanpa atap, atau teras yang menerima hujan langsung. Untuk ulasan model dan pembaruan harga, lihat Review CCTV Xiaomi.

3. EZVIZ C6N — kamera indoor PTZ yang mudah dipakai

EZVIZ C6N merupakan opsi Wi-Fi indoor dengan kemampuan pan-tilt. Pantauan listing BigGo pada Agustus 2026 memperlihatkan rentang sekitar Rp416.900–Rp609.500 untuk varian C6N 2MP, sementara C6N Pro atau bundling kartu memori dapat lebih tinggi. Rentang ini menggabungkan listing dan paket yang berbeda, jadi cek apakah harga yang kamu lihat hanya unit kamera.

Daya tarik C6N ada pada setup yang relatif sederhana, rotasi dari aplikasi, night vision, audio dua arah, dan deteksi gerakan. Kamera seperti ini cocok untuk pengguna yang ingin memantau ruang keluarga, kamar bayi, hewan peliharaan, atau ruang kerja tanpa memasang recorder besar.

Komprominya ada pada posisi pemasangan. PTZ dapat bergerak untuk melihat area lebih luas, tetapi ketika lensa mengarah ke satu sisi, detail sisi lain tidak sedang dikunci. Jika pintu utama adalah titik paling penting, kamera fixed yang selalu menghadap pintu bisa lebih aman daripada mengandalkan rotasi otomatis.

Pilih C6N jika kamu membutuhkan kamera indoor yang mudah digunakan dan tidak ingin mengurus sistem kabel. Jika titik pemasangan berada di luar, beralihlah ke model outdoor dengan rating IP yang jelas. Panduan CCTV Outdoor Terbaik membahas perbedaan kamera Wi-Fi outdoor, PoE, night vision, dan rating ketahanan cuaca.

Tapo C320WS menjadi pilihan yang lebih serius untuk area luar rumah. Harga yang tercantum dalam pantauan per Agustus 2026 berada di sekitar Rp599.000–Rp1.208.000, tergantung penjual dan paket. Model ini menawarkan resolusi 4MP atau 2560 × 1440, full-color night vision, koneksi Wi-Fi atau Ethernet, microSD, audio dua arah, dan rating IP66 menurut halaman produk resminya.

Koneksi Ethernet adalah keunggulan praktis. Jika sinyal Wi-Fi di pagar atau carport lemah, kamu memiliki pilihan untuk memakai kabel jaringan. Ini membuat Tapo C320WS lebih fleksibel daripada kamera yang hanya mengandalkan Wi-Fi.

Kelebihan:

  • 4MP memberi detail lebih besar untuk gerbang dan carport;
  • IP66 lebih masuk akal untuk area terbuka;
  • Ethernet dapat dipakai saat Wi-Fi tidak stabil;
  • night vision berwarna membantu mengenali detail tertentu.

Kekurangan:

  • harga unit belum termasuk instalasi dan perlindungan konektor;
  • hasil tetap bergantung pada posisi kamera dan pencahayaan;
  • fitur pintar tidak menghilangkan kebutuhan mengatur zona deteksi;
  • satu kamera tidak otomatis menutup semua sudut rumah.

C320WS cocok untuk pintu depan, carport, teras, atau toko kecil. Untuk jalur kabel yang lebih rapi dan beberapa kamera, hitung total dengan NVR atau switch sesuai kebutuhan. Jangan hanya melihat harga unit.

5. Xiaomi C400 — titik tengah untuk indoor 4MP

Xiaomi C400 berada di kelas menengah compact dengan resolusi 4MP atau 2.5K. Harga yang terpantau per 22 Agustus 2026 berada di sekitar Rp626.800–Rp686.200. Model ini menawarkan dukungan Wi-Fi 2,4/5 GHz, deteksi manusia, pan 360 derajat, night vision, dan audio dua arah berdasarkan spesifikasi resmi Xiaomi.

Dukungan dual-band membuat C400 lebih menarik untuk rumah dengan router modern. Pita 5 GHz dapat membantu ketika 2,4 GHz terlalu ramai, meski jangkauannya biasanya lebih pendek. Jika kamera dipasang jauh dari router atau terhalang banyak dinding, tes sinyal tetap wajib dilakukan.

C400 cocok untuk ruang keluarga, kantor rumahan, pintu masuk indoor, dan toko kecil. Resolusi 4MP memberi ruang crop lebih besar daripada C200, tetapi perangkat ini tetap kamera indoor. Jangan menggunakannya di area yang kena hujan hanya karena resolusinya tinggi.

Menurut Writer Wira, C400 adalah pilihan paling seimbang jika kamu ingin gambar 4MP dan dual-band tanpa langsung membayar kelas premium. Namun, sebagian budget sebaiknya tetap disiapkan untuk microSD yang baik dan access point jika jaringan rumah belum stabil.

6. Xiaomi C500 dan C500 Dual — premium untuk detail atau dua perspektif

Xiaomi C500 terpantau sekitar Rp699.000–Rp769.000 per 22 Agustus 2026, sedangkan C500 Dual berada di sekitar Rp919.000–Rp1.079.000. Harga berubah sesuai promo, kapasitas kartu, dan garansi.

C500 memakai resolusi 3.5K atau 6MP, Wi-Fi 6 dual-band, deteksi manusia dan hewan secara lokal, serta physical masking pada lensa menurut halaman resmi Xiaomi. Ini menarik untuk ruang yang membutuhkan detail dan privasi lebih baik. Resolusi dan fitur lebih tinggi juga berarti storage serta bandwidth perlu dihitung.

C500 Dual memakai dua kamera 4MP dalam satu perangkat. Kamera fixed dan PTZ dapat memberi dua perspektif dari satu posisi. Untuk toko kecil, kamera fixed dapat mengarah ke kasir sementara PTZ melihat rak atau lorong. Untuk rumah, kombinasi ini dapat membantu memantau ruang keluarga dan area bermain.

Pilih C500 jika:

  • kamu mengejar detail 6MP;
  • ingin deteksi lokal dan penutup lensa fisik;
  • router sudah mendukung Wi-Fi 6;
  • kebutuhanmu tetap indoor.

Pilih C500 Dual jika:

  • dua perspektif dari satu perangkat benar-benar berguna;
  • kamu ingin mengurangi jumlah adaptor dan titik pemasangan;
  • kamu memahami bahwa PTZ tidak selalu mengunci satu arah.

Jangan membeli C500 Dual hanya karena dua kamera terdengar lebih banyak. Dua kamera fixed terpisah dapat lebih aman untuk dua pintu atau dua aset yang sama-sama kritis. Untuk perbandingan lebih detail, baca Review CCTV Xiaomi.

7. Kamera outdoor PTZ dan kamera baterai — untuk coverage lebih luas

Di kelas sekitar Rp675.000–Rp1.800.000, kamu mulai menemukan kamera outdoor PTZ, baterai, atau varian dengan lampu peringatan. BigGo menampilkan listing Bardi Outdoor PTZ dengan rentang sekitar Rp675.000–Rp1.812.000 pada Agustus 2026, sedangkan model EZVIZ outdoor seperti C8C terpantau sekitar Rp733.000–Rp1.276.500. Rentang lebar itu dipengaruhi resolusi, bundle, kapasitas kartu, dan garansi.

Kamera PTZ outdoor berguna untuk halaman yang lebih lebar. Kamera baterai membantu titik yang sulit ditarik listrik, tetapi kamu harus menghitung durasi baterai, frekuensi pengisian, dan apakah panel surya benar-benar tersedia pada paket yang dibeli.

Jangan menganggap kamera PTZ otomatis lebih aman. Untuk pintu depan, gerbang, dan gudang, kamera fixed dengan sudut yang selalu terkunci sering lebih berguna. PTZ cocok sebagai kamera tambahan untuk melihat area, bukan pengganti semua kamera pada titik kritis.

Untuk pemasangan outdoor, cek minimal rating IP, perlindungan konektor, posisi dari matahari, dan jalur kabel atau panel. Panduan Pelindung CCTV dapat membantu menilai kebutuhan housing, seal, bracket, dan perlindungan dari vandalisme.

8. Paket 2 kamera — mulai realistis untuk rumah kecil

Jika kamu ingin sistem dengan recorder, paket dua kamera lebih mudah dibandingkan membeli kamera satuan. Snapshot harga paket terpasang per Agustus 2026 berada di sekitar Rp2,5 juta–Rp4,5 juta untuk konfigurasi analog atau IP sederhana, tergantung HDD, panjang kabel, dan jasa teknisi.

Paket dua kamera cocok untuk:

  • pintu depan dan carport;
  • ruang tamu dan akses belakang;
  • rumah kecil dengan dua jalur masuk;
  • pengguna yang ingin rekaman lokal ke DVR atau NVR.

Tanyakan apakah harga sudah termasuk hard disk surveillance, kabel, adaptor, konektor, setting aplikasi, dan garansi. Paket yang tampak Rp2,5 juta bisa berubah jika kamu memerlukan kabel tambahan, kamera outdoor, atau storage lebih besar.

Kalau kebutuhanmu hanya satu ruangan indoor, kamera Wi-Fi satuan mungkin lebih murah. Paket recorder mulai terasa manfaatnya ketika kamu membutuhkan rekaman yang lebih terpusat, jalur kabel yang stabil, atau kamera di beberapa area.

9. Paket 4 kamera — pilihan paling umum untuk rumah 1–2 lantai

Paket empat kamera sering dijadikan standar karena bisa membagi pengawasan ke pintu depan, carport, sisi rumah, dan area belakang. Per Agustus 2026, paket analog 2MP/5MP dengan DVR, HDD, kabel, dan instalasi berada di sekitar Rp4 juta–Rp7 juta. Paket IP/PoE dengan NVR dan kualitas lebih tinggi berada di sekitar Rp6 juta–Rp11 juta.

Perbedaan harga bukan hanya karena jumlah kamera. Sistem IP/PoE membutuhkan perangkat jaringan yang sesuai, sementara kabel dan konfigurasi dapat lebih kompleks. Namun, IP/PoE memberi jalur yang rapi dan ruang ekspansi lebih baik jika kamu berencana menambah kamera.

Pilih paket analog jika:

  • budget awal menjadi prioritas;
  • jalur coaxial sudah tersedia;
  • kebutuhan cukup untuk empat titik;
  • kamu mengutamakan rekaman lokal yang sederhana.

Pilih paket IP/PoE jika:

  • rumah masih baru dan kabel bisa dirancang dari awal;
  • kamu ingin menambah kamera di masa depan;
  • resolusi dan integrasi jaringan lebih penting;
  • kamu siap membayar survei dan konfigurasi yang lebih serius.

Jangan lupa meminta simulasi storage. Empat kamera dengan bitrate rata-rata 2–4 Mbps dapat membutuhkan sekitar 86–173GB per hari jika merekam nonstop. Dalam tujuh hari, kebutuhan kasarnya sekitar 605GB–1,21TB sebelum overhead.

10. Paket 6–8 kamera — untuk rumah besar dan properti multiakses

Paket enam sampai delapan kamera biasanya mulai dari sekitar Rp8 juta dan dapat menembus Rp15 juta atau lebih per Agustus 2026. Sistem ini lazim dipakai untuk rumah besar, vila, gudang kecil, atau properti dengan banyak pintu dan perimeter.

Di kelas ini, survei lokasi menjadi jauh lebih penting. Teknisi perlu memetakan jalur kabel, kapasitas recorder, total daya PoE, lokasi switch, ventilasi, storage, dan titik blind spot. Menambah kamera tanpa menambah kapasitas NVR atau HDD hanya menghasilkan sistem yang tidak seimbang.

Untuk properti besar, pertimbangkan pembagian kamera menjadi fixed untuk pintu dan aset kritis, PTZ untuk area yang perlu dipantau bergantian, serta kamera outdoor khusus untuk perimeter. Jika ada banyak pengguna, atur akun berdasarkan peran dan jangan memakai satu password administrator untuk semua orang.

Biaya tambahan yang sering membuat harga CCTV rumah membengkak

Harga kamera atau paket di iklan belum tentu menjadi total yang kamu bayar. Item berikut sering muncul setelah survei:

  • microSD: kapasitas 64GB, 128GB, atau 256GB tergantung kamera;
  • hard disk surveillance: dibutuhkan untuk DVR/NVR dan menentukan lama retensi;
  • kabel tambahan: jalur lebih panjang dari isi paket biasanya dihitung per meter;
  • conduit dan junction box: penting untuk jalur outdoor agar konektor tidak cepat rusak;
  • bracket atau tiang: diperlukan jika dinding dan plafon tidak memungkinkan pemasangan standar;
  • UPS: membantu melewati pemadaman singkat agar recorder tidak langsung mati;
  • jasa instalasi: biasanya sekitar Rp150.000–Rp400.000 per titik, lebih tinggi jika akses sulit;
  • cloud storage dan paket data: muncul jika kamu memakai penyimpanan online atau kamera 4G;
  • pekerjaan sipil: bor beton, bongkar plafon, ducting, atau pengecatan ulang dapat menambah biaya.

Untuk rincian proses survei, kabel, recorder, dan jasa teknisi, baca Biaya & Proses Pemasangan CCTV Profesional 2026. Minta vendor menuliskan komponen yang termasuk dan tidak termasuk agar dua penawaran bisa dibandingkan secara adil.

Cara memilih harga CCTV rumah berdasarkan budget

Budget di bawah Rp500.000 per titik

Pilih kamera indoor satuan untuk satu ruangan. V380 Pro, Xiaomi C200, Xiaomi C300, atau EZVIZ C6N bisa menjadi opsi, tetapi jangan mengharapkan storage besar, garansi setara sistem profesional, atau ketahanan outdoor. Sisakan dana untuk microSD dan pastikan Wi-Fi di titik tersebut stabil.

Budget Rp500.000–Rp1.300.000 per titik

Di kelas ini kamu bisa mendapatkan kamera 3–4MP, indoor premium, atau outdoor Wi-Fi yang lebih siap. Xiaomi C400, Tapo C320WS, EZVIZ C8C, dan beberapa kamera Bardi masuk pertimbangan. Pilih berdasarkan lokasi, bukan fitur paling ramai.

Budget Rp2,5 juta–Rp5 juta untuk satu sistem kecil

Pertimbangkan paket dua kamera dengan recorder atau dua kamera Wi-Fi plus storage. Sistem kabel lebih masuk akal jika dua titik berada jauh dari router atau kamu ingin rekaman lokal yang terpusat.

Budget Rp6 juta–Rp11 juta

Kamu mulai bisa membangun sistem empat kamera IP/PoE dengan NVR dan storage yang lebih layak. Prioritaskan titik kritis, bukan jumlah kamera sebanyak mungkin. Survei dan kerapian kabel akan menentukan umur sistem.

Budget di atas Rp11 juta

Pertimbangkan delapan titik, kamera outdoor dengan analitik, PTZ, UPS, storage lebih besar, dan pemisahan jaringan. Jangan langsung membeli perangkat premium jika belum memiliki desain titik kamera dan SOP akses.

Kapan sebaiknya tidak membeli paket CCTV lengkap?

Paket lengkap tidak selalu paling hemat. Kamu mungkin tidak memerlukannya jika hanya ingin memantau satu kamar, tinggal di rumah kontrakan, tidak boleh menarik kabel, atau belum yakin akan tinggal di lokasi dalam waktu lama. Kamera Wi-Fi satuan dengan microSD dapat menjadi solusi sementara yang lebih fleksibel.

Sebaliknya, jangan memaksakan kamera Wi-Fi murah untuk gerbang, kasir, atau gudang jika sinyalnya lemah dan rekaman harus konsisten. Dalam skenario itu, sistem IP/PoE atau analog dengan recorder terpisah lebih masuk akal. Biaya awal memang lebih tinggi, tetapi risiko rekaman hilang lebih kecil.

Checklist sebelum membeli

  1. Tentukan titik yang benar-benar perlu dipantau.
  2. Bedakan harga kamera satuan, paket perangkat, dan paket terpasang.
  3. Cek resolusi video native, bukan hanya angka di judul marketplace.
  4. Pastikan kamera outdoor memiliki rating IP yang tercantum jelas.
  5. Hitung kebutuhan microSD atau HDD dari jumlah kamera dan durasi simpan.
  6. Tes Wi-Fi atau jaringan kabel di titik pemasangan.
  7. Tanyakan isi paket: kamera, recorder, storage, kabel, adaptor, bracket, dan instalasi.
  8. Minta detail garansi perangkat serta garansi jasa.
  9. Ganti password default dan atur akses pengguna setelah instalasi.
  10. Uji rekaman siang dan malam sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

FAQ harga CCTV rumah 2026

Berapa harga CCTV rumah paling murah?

Per 22–28 Agustus 2026, kamera indoor V380 Pro pada beberapa listing terpantau mulai sekitar Rp65.000. Namun, harga tersebut biasanya hanya unit atau varian paling dasar dan belum tentu menyertakan microSD, garansi resmi, atau pemasangan. Untuk kebutuhan kritis, jangan memilih hanya berdasarkan angka terendah.

Berapa harga paket CCTV rumah 4 kamera?

Per Agustus 2026, paket empat kamera analog dengan DVR, storage, kabel, dan instalasi umumnya berada di sekitar Rp4 juta–Rp7 juta. Paket IP/PoE dengan NVR dan spesifikasi lebih tinggi sekitar Rp6 juta–Rp11 juta. Survei lokasi, kabel tambahan, dan jenis hard disk dapat mengubah total.

Apakah CCTV Wi-Fi lebih murah daripada CCTV kabel?

Untuk satu titik, kamera Wi-Fi biasanya lebih murah dan lebih mudah dipasang. Untuk empat titik atau lebih, sistem kabel bisa lebih masuk akal karena koneksi dan storage lebih terpusat. Hitung total kamera, adaptor, microSD, router, kabel, recorder, serta biaya teknisi sebelum mengambil kesimpulan.

Apakah harga CCTV sudah termasuk pemasangan?

Tidak selalu. Harga kamera satuan hampir pasti belum termasuk pemasangan. Pada paket, pastikan tertulis jelas apakah sudah termasuk DVR/NVR, HDD, kabel, adaptor, bracket, setting ke HP, dan jasa instalasi. Jasa pasang saja sering berada di kisaran Rp150.000–Rp400.000 per titik per Agustus 2026.

Berapa harga CCTV outdoor yang bagus?

Kamera outdoor Wi-Fi yang layak untuk rumah berada di kisaran sekitar Rp599.000–Rp1.276.500 per unit pada pantauan Agustus 2026, tergantung model dan bundle. Untuk sistem kabel atau paket beberapa kamera, totalnya lebih tinggi. Cek rating IP, night vision, koneksi, dan perlindungan konektor sebelum melihat harga.

Kesimpulan

Harga cctv rumah 2026 sangat lebar: mulai dari sekitar Rp65.000 untuk kamera indoor generik sampai Rp15 juta lebih untuk sistem 6–8 kamera yang dipasang profesional. Untuk pemantauan satu ruangan, kamera Wi-Fi entry-level seperti Xiaomi C200/C300 atau EZVIZ C6N sudah cukup. Untuk gambar lebih tajam dan outdoor, pertimbangkan Xiaomi C400, Tapo C320WS, EZVIZ C8C, atau kamera outdoor sekelasnya sesuai kondisi jaringan.

Kalau kamu ingin rekaman terpusat dan stabil, paket dua atau empat kamera dengan DVR/NVR lebih masuk akal daripada menumpuk kamera Wi-Fi murah. Jangan lupa menghitung storage, kabel, konektor, pemasangan, UPS, dan garansi. Dengan memisahkan harga perangkat dari total biaya sistem, kamu bisa memilih CCTV yang benar-benar sesuai rumah dan budget, bukan sekadar mengejar promo termurah.

Sumber pantauan dan spesifikasi

Artikel Selanjutnya

Harga CCTV Terlengkap 2026: Semua Merek, Tipe, dan Biaya Pasang

Lanjutkan Membaca